♥ Kucing kucing kucing kucing kucing ♥

Banyak kisah yang telah terukir bersama para kucing.haha.Waktu kelas 1 SMP atau lebih tepatnya kelas 7, aku pernah dijuluki CAT WOMAN !! haha. Itu semua karena pada saat itu banyak cakaran kucing di tangan dan kaki aku. hoho.

Awal pertama punya kucing itu waktu kelas 4 SD, pada pagi hari yang cukup dingin, ayah ku tercinta menemukan kucing betina kecil nan mungil yang kira-kira usia nya baru 2 bulan di halaman rumah.Kucing mungil itu nampak begitu lemah dan sakit juga menggigil kedinginan. Ayah memutuskan untuk merawat kucing tersebut. Kucing mungil itu di beri nama RAPA, singkatan dari RAbu PAgi,hari dimana kucing itu ditemukan. Aku menambahkan nama belakangnya dengan MUSTIKA. Jadi  nama lengkap nya adalah Rapa Mustika. Cukup banyak orang yang protes dengan nama tersebut. Karena menurut mereka, nama tersebut terlalu cantik untuk seekor kucing. haha.Beberapa hari kemudian kesehatan Rapa membaik. Setelah 100% sehat, watak Rapa kelihatan aslinya.haha. Ternyata dia mencoba menyaingi kecentilan ku. hehe.Semakin beranjak dewasa, si Rapa jadi kucing favorit se-komplek.Banyak kucing pejantan datang ke rumah mungkin bermaksud melamar nya secara resmi. haaha. Sebelum acara lamaran, kucing juga harus melalui tahap berkenalan alias pacaran.haha. Nah dari sekian banyak kucing pejantan yang menjadi kekasih si Rapa (playgirl), kucing pejantan yang paling setia sama Rapa adalah si Bawel. Kenapa di panggil Bawel ? karena kucing pejantan itu sering menyanyikan lagu dan yang paling sering mengajak si Rapa berbincang dan juga yang paling sering teriak-teriak nama Rapa dengan “meongan” nya itu. Waktu itu juga pernah, mungkin karena kesal mendengar teriakan-teriakan si Bawel untuk memanggil si Rapa, si Bawel di lempar ke kolam ikan! hahahahahaha. Sebenarnya aku dan ayah kurang merestui jika Rapa harus menikah dengan Bawel. Banyak kucing pejantan yang lebih tampan, lebih gagah, dan juga lebih keren dari pada si Bawel. Tapi manusia tidak berhak memisahkan 2 kucing yang sedang jatuh cinta.wakakakkakakak.Walaupun si Bawel telah diusir berkali-kali dari rumah, tetapi ia tak pernah menyerah untuk kembali lagi ke rumah untuk menemui kucing yang paling seksi yaitu Rapa Mustika.haha. Aku dan ayah mencoba untuk ikhlas si Rapa menikah A.K.A kawin dengan si Bawel. Pada saat musim kucing kawin, si Rapa jadi jarang berada di rumah. Mungkin karena memang watak dasar kucing itu tak bisa setia dengan satu pasangan, Rapa mencoba mencari kucing pejantan yang lebih keren dari Bawel di luar sana.

ya kira-kira Rapa seperti ini. Lupa naro foto nya. jadi nyari di mbah google.

Beberapa minggu kemudian, nampak nya Rapa positif hamil.Semakin lama perut Rapa semakin membesar.Emosi Rapa jadi sering tidak stabil. Tidak bisa di ajak main dan bercanda lagi. *aku kangen Rapa kecil ku*  Rapa jadi ganas, galak, dan sangat sensitif. Karena kelakuan dia yang seperti itu, setiap melihat kucing kecil nan mungil di jalanan, rasa nya ingin di bawa pulang ke rumah. Nah pernah suatu pagi, keponakan ku yang bernama Pras memberi tahu bahwa dia melihat kucing yang usia nya sekitar 4 bulan di jalanan. Pras langsung mengajak aku menemui si kucing itu. Ternyata kucing itu masih ada induknya nya. Karena keinginan yang kuat untuk memiliki kucing kecil  lagi dengan harapan bisa diajak bermain dan bercanda seperti Rapa waktu kecil.Akhirnya aku nekad memisahkan kucing tersebut dengan induknya. Di bawalah si kucing tersebut ke rumah. Baru beberapa jam adanya kehadiran kucing kecil tersebut di dalam rumah, Rapa sangat menunjukkan rasa tidak suka nya terhadap kucing tersebut. Dia mengamuk. Dan mencoba kabur dari rumah dan aku pun terus mengejarnya.Dia berdiam diri di bawah mobil yang sedang di parkir.Aku berusaha membujuknya dengan cara memanggil namanya “Rapa….Rapa….Rapa…ayo ke sini!” Tiba-tiba teringat masa-masa Rapa waktu kecil, pada saat bermain dengannya dengan bola bekel dan juga pada saat melatih dia untuk melompat  *sok flashback gitu deh*. Buruknya, mobil nya mau maju,dan Rapa masih ada di bawah. Aku terus memanggil nya “Rapa Rapa Rapa” dan air mata pun bercucuran. Untung nya pada akhir nya Rapa berhasil di bujuk untuk keluar dari bawah mobil. Pemilik mobil tersebut tertawa ketika tahu aku menangis dan berkata “Kok menangis? Sayang banget ya sama kucing nya?” dan aku hanya bisa menganggukkan kepala. Ternyata yang bikin Rapa semakin sewot itu kalung nya terkait di kaki nya. Karena tidak mau Rapa mengamuk lagi, aku berniat mengembalikan si kucing kecil tadi ke induk nya. Dan ternyata aku tak berhasil menemukan induknya sehingga aku menelantarkan kucing kecil tersebut di jalanan. Dan air mata pun bercucuran kembali. Merasa menjadi manusia yang paling jahat!!! huiks huiks.

Watak/ karakter Rapa sama aku memang agak-agak mirip yaitu yang paling menonjol adalah  pencemburu dan sangat egois. hehe.

Rapa , rindu untuk mu🙂