Seminggu setelah lebaran, arus balik pun terjadi. Begitu pun dengan saya, saatnya pulang ke rumah setelah liburan.
Nenek saya adalah tetangga saya. Hahahaha. Ketika saya, om serta anak dan istinya sedang bercengkrama di dalam kamar om setelah menunaikan kewajiban shalat magrib, tiba-tiba ada seekor tikus yang sedang mengintip kami di pintu kamar. Kami semua mengusirnya dengan berkata ‘Huz huz huz huz’. Semakin kami berusaha keras mengusirnya maka tikus itu pun semakin semangat untuk bergabung dengan kami bercengkrama di dalam kamar. Tahukah anda , tikus jenis apakah itu? Tebak ya! Ciri-cirinya yaitu hitam dan besar, biasanya suka banget mencari nafkah di dapur. Jawabannya adalah… Jreng jreng jreng jreng TIKUS GOT! Waduh ga kebayang serem nya kayak apa.

Setelah berjuang begitu keras akhirnya si tikus menjadi pemenang. Dia berhasil masuk ke dalam kamar dan bertapa di bawah kolong tempat tidur dan berhasil membuat kami menjerit dan lari terbirit-birit. Disinilah kerjasama suami dan istri teruji *lebay* haha. Om saya meminta istrinya mengambilkan pistol di dalam lemari. Saya sangat shock mendengar kata ‘pistol’, lalu saya menggendong anaknya yg masih berusia 4 bulan. Saya tertawa terbahak-bahak ketika mendengar letupan pertama, ternyata pistol mainan.