Chokadum adalah camilan asal Swedia (kokosbollar) yang dikembangkan oleh saya, Selviana Saefulloh. Camilan ini penuh dengan cinta, kenapa begitu ? Karena resep ini saya dapatkan dari pacar bule saya, Johan Ljunggren. Chokadum hadir semenjak tahun 2009.

Kisah Chokadum

Pada tahun 2009, saya masih duduk di bangku SMK kelas 12. Jika di SMK, sebelum menempuh UN dan UAS maka ada satu ujian yang harus ditempuh yaitu UKOM, ujian kompetensi, jurusan saya adalah “Perdagangan” maka UKOM nya pun yang berhubungan dengan dunia perdagangan. Kami harus membuat sebuah produk makanan, membuat proposal dan mempresentasikannya.Pada saat itu saya merasa sangat kebingungan apa yang harus saya buat tetapi Johan lah yang menyarankan agar saya mencoba membuat camilan kesukaannya yaitu Kokosbollar (Kokos = cokelat, bollar = kelapa dalam bahasa Swedia). Awalnya saya sangat ragu untuk membuat ini karena saya tidak familiar dengan gandum. “Keajaiban akan datang pada yang berani”. Setelah membuat dan mencobanya, IT’S WOW !!! Ternyata kokosbollar adalah camilan yang selama ini indra pengecap saya rindukan. Keesokannya saya bawa ke sekolah agar teman-teman saya bisa mencicipi ini. Alhamdulillah mereka pun sangat menyukai ini. Setelah merasa berjodoh dengan kokosbollar, saya harus membuat beberapa inovasi baru yang saya sesuaikan dengan kondisi masyarakat Indonesia. Saya memutuskan untuk membentuk kokosbollar ini, karena camilan ini hanya berbentuk bulat. Maka saya membuat berbagai bentuk seperti bentuk love, bintang, bulan, bunga, dll. Lalu mengenai nama produk ini saya ganti dengan nama Chokadum karena lebih catchy sehingga masyarakat mudah untuk mengingatnya. Nama Chokadum ini hasil usulan dari teman saya yaitu Noor Halimah. Chokadum yang berarti Chocolate/cokelat, Kelapa, dan Gandum. Itulah bahan dasar dari camilan ini.

Visi Chokadum

Bukan cuma perusahaan yang memiliki visi, chokadum juga punya kok ! Visi Chokadum adalah menjadi camilan khas Bogor. Meskipun resep camilan ini berasal dari Swedia tetapi rasa dan bentuk agak berbeda. Pada saat Johan datang ke Indonesia, dia memberikan saya beberapa kotak Kokosbollar tetapi ternyata lidah saya lebih cocok dengan Chokadum (Kokosbollar ala Selviana Saefulloh) dan bukan hanya saya yang berpendapat seperti itu tetapi keluarga dan teman-teman saya juga.

Segmentasi Pasar Chokadum

Jika dari geografis, Chokadum hanya tersedia di wilayah Bogor namun jika ada kesempatan, tak menutup kemungkinan Chokadum bisa hadir di kota lain. Jika dari segi usia konsumen, semua usia bisa menkonsumsi Chokadum. Dari mulai anak kecil hingga nenek-nenek atau kakek kakek suka dengan Chokadum. Saya memiliki teman yang sering beli Chokadum ternyata untuk neneknya, dia bilang “makanan favorit nenek gw nih!”. Sepupu saya yang berusia kurang dari satu tahun pun sangat menyukai Chokadum lho ! Pada saat UKOM berlangsung, dalam 30 menit Chokadum sudah terjual sebanyak 60 kotak. Wah… ternyata banyak sekali yang menyukai Chokadum.

Tempat Penjualan Chokadum

Hingga saat ini  Chokadum belum memiliki tempat penjualan yang pasti karena memiliki beberapa kendala yaitu harus ada freezer. Selama ini saya menjual Chokadum dengan cara saya membawa Chokadum kemana pun saya pergi, misalnya ke kampus saya tercinta yaitu Diploma IPB atau konsumen bisa mendapatkan Chokadum ini dengan cara memesan terlebih dahulu.

Harga Chokadum

Satu mika plastik/kotak plastik kecil berisi 2 buah dengan harga Rp 2.000,-  tetapi jika konsumen menginginkan bungkusnya menggunakan toples, harga disesuiakan dengan isi dan juga harga kemasan.

Selebritis berkicau mengenai Chokadum

Chokadum udah sampai lidah Irfan Bachdim dan Jennifer Kurniwan lho ! Gag percaya? silahkan follow twitter saya @SelviJohan lalu lihatlah bagian “Favourites” nya disana terdapat banyak twit dari Jennifer Kurniawan.

Saya memberikan Chokadum ini pada saat pertandingan Bogor Raya FC VS Persema di Cibinong
Pendapat Jennifer Kurniawan (pacarnya Irfan Bachdim) tentang Chokadum

 Penasaran kan Chokadum tuh seperti apa sih ????

CHOKADUM
CHOKADUM

Bagi siapapun (individu/perusahaan/pabrikan) yang tertarik untuk memproduksi atau memasarkan Chokadum ini, silahkan hubungi saya, Selviana Saefulloh, dengan cara memberikan komentar di tulisan saya ini atau bisa menghubungi saya melaui twitter saya @SelviJohan . Jika anda ingin mengetahui lebih mendalam mengenai Chokadum ini, silahkan Like page Chokadum di facebook.