Setelah membaca karya Muhammad Dwi Permadi, mantan mahasiswa Diploma IPB dan calon mahasiswa IKJ (hehe.. peace ah wi), jiwa saya langsung terguncang dan tubuh pun mulai gemetar karena kedahsyatan sajaknya sang calon sutradara. Sajak ini (well, saya tidak tahu bedanya puisi dan sajak, mohon infonya) dapat mengetuk hati setiap orang yang membaca. Penasaran kan??? Oiya… hargailah karya anak bangsa!!! Dilarang copy paste tanpa ijin apalagi mengaku-ngaku! Okay. Check this Out!

Idolaku, Bapa !

Tubuh kecil berjiwa besar
Tutur kata halus tak pernah kasar
Cerdas, sayang karier tak bersinar

Keputusannya bijak,
sayang sering terinjak
Tetap sabar tak berteriak

Beliau lah yang ku panggil “bapa”
Sakti bagaikan petapa
Berharga bagaikan tunas kelapa

Sang jenderal keluarga
Tidurnya pun tetap siaga
Selalu menuntun ke jalan surga

Kaulah yang ku idola
Bukan penyanyi atau pemain bola
Dan akan selalu ku bela!

Muhammad Dwi Permadi : “Bapa, beliau adalah orang yang benar benar gua idola. Beliau selalu menginspirasi gua. Dari kebjikan rumah tangga, sampai pemikiran pemikirannya, benar benar bijak dan cerdas! Sayang beliau tak begitu terpakai di dunia kerjanya, mungkin karna beliau orang yang bijak dan cerdas. Tau lah kerasnya dunia saat ini. Orang baik malah tak dipakai. Perhatiannya pada pendidikan anak anaknya bgitu besar! Beliau rela menjual apa pun demi pendidikan kami! Itu yang membuat gua terharu! Pokoknya gua salut ama si bapa! Ga ada duanya! Cerdas dan bijak! Alur hidupnya menginspirasi gua banget! InsyaAllah, sjak ini bakal spesial gua bacain pas gua mengangkat Piala Sutradara Terbaik di FFI beberapa taun mendatang! Amiiin! Dan sajak ini lahir pada 12 Maret 2011”

Mau tahu pembuat sajak indah ini ??? Silahkan mampir di blognya –> Muhammad Dwi Permadi (Tinggal klik)

Bagaimana pendapat kalian tentang sajak ini?  Silahkan memberikan komentar.🙂