Akhirnya, tanggal 3 juni tiba juga. Saat ku terbangun, berharap ia yang sedang di perjalanan melayangkan  pesan singkat, tetapi harapan hanyalah tinggal harapan. Sekitar jam 12 siang ku bertolak menuju tempat bis Damri berada. Di dalam bis, ku menghabiskan waktu dengan merekam video *semacam selca: self camera* dan membaca novel yang baru dibeli yaitu “Trave(love)ing”. Tak terasa perjalanan sudah 1 jam lebih. Sampailah di Bandara Soekarno Hatta sekitar jam 2 siang. Sangat memaklumi jantung ini berdebar sangat kencang karna sudah 2 tahun tidak berjumpa sang pujaan hati.

Penampilan bandara ini agak berbeda dengan 2 tahun yang lalu. Mungkin niatnya untuk menertibkan tapi kok malah jadi tambah repot ya. Menanti Johan di gate 2D. Mencoba misscall, tapi udah ga nyambung. Mencoba sms, pasti ga bakalan nyampe. Oke, layangkan sms ke calon mertua aja *Amin. Johan mendarat jam 3.45 sore. Padahal berdiri udah dari jam setengah tiga😦 asli pegel banget. Untung mama Johan sms, katanya Johan bilang tunggu aja di KFC. Waktu menunjukkan pukul 4.00 sore, tapi belum nongol nongol juga itu si bule ganteng. Karena si kaki sudah bergetar hebat, maka aku putuskan untuk melangkahkan nya menuju KFC. Eh yeahhh Lucky me get empty chair! Tralalalalallalala sudah jam setengah 5 sore. Dari jauh nampak sosok yang tak asing lagi, yeahhhhh finally…. I meet my bf! wohooooooooooo. Johan menggunakan kaos santai dan celana jeans panjang, terdapat tas gendong di punggungnya dan tas tenteng di tangan kanannya. Apa yang kamu lakukan kalo ketemu pacar? berpelukan kah seperti teletubbies? atau cipika cipiki? Oh well, 2 tahun yang lalu waktu pertama kali bertemu memang berpelukan. Tapi tahun ini harus ada perubahan! Ya perubahan. Eh taunya cuma say Hi doank. SAY HI DOANK! APA???? 2 TAHUN GA KETEMU CUMA GITU DOANK? Yaaaaaa… banyak orang ah lah ya, malu! Sudah dewasa kita kan ya jadi ga boleh pamer :D  padahal dalam hati mah meringis. haha.

Mari kita menuju tempat pembelian karcis eh tiket lah ya biar elit, haha. Dua tiket bis Damri menuju Bogor sudah ditangan, tinggal menanti si bis yang akan menghantarkan kami tiba. Ketika itu, saat kita terduduk manis di Smoking Area, Johan mengeluarkan sesuatu. Apakah itu? apakah surat tagihan? atau surat lamaran? *eh haha. Sebuah kado berwarna pink terbungkus rapi dan manis dengan tambahan pita. Cuma bisa senyum, tapi bukan senyum biasa, senyum bahagia🙂. Ketika dibuka, woahhh johan jadi manis gini, terdapat kalung indah meskipun kecil *sesuai badan lah ya*. Tadinya ingin sekali meniru adegan-adegan di film, si cowok memakaikan kalung yang diberikannya secara romantis kepada ceweknya. Oke, kita tiru adegan itu, tapiiii…. zzzzzzzzzzz….. repot sama rambut. Dicoba untuk kedua kalinya…. zzzzzzzzzz…. liontin nya jatoh. Ketiga kalinya, liontinnya jatoh lagi. Keempat kalinya, baru berhasil. Akhirnya, sang kalung mendarat dengan cantik di leher ini. hahahahaha. Kita pindah ke tempat duduk penantian bis Damri. Perut berbunyi nyaring, laperrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr! “Johan, I’m hungry. Do you bring something to eat?” ah yeahhh dia mengeluarkan coklat chips, nampaknya enak sekali. Pas mau aku ambil, dia masukin lagi ke dalam tas nya, dan berkata “I need to take money” dan dia berlari menuju ATM dan meninggalkan kekasihnya yang sedang kelaparan ini. Dimana sisi romantisnya cobaaaaa???? Gemes segemes gemesnya >.< . Bis Damri menuju Bogor sudah tiba tapi Johan belum muncul. Bye Bye Bus, gonna catch the next! Dan akhirnya Johan kembali lalu duduk manis di bangku sebelah. Tak lama, bis damri menuju Bogor datang dan kita berlari *gaya sinetron* menuju si bis. Johan masuk duluan dan membiarkan dia memilih bangku. Dimanakah kita akan berdiam? di Pojokan dekat WC ternyata. yah yah yah baiklah turuti saja kemauan si ganteng. Bis pun mulai berjalan, dan tangan Johan mulai memeluk. OK, what should I say? Hmmmm…. “Don’t do it Johan, it’s just for teenager!” Buahahahah ga nyangka bisa bilang gitu. Efek ngambek gara-gara laper itu.

3 Juni 2012 : di Bis Damri menuju Bogor🙂

Akhirnya kita sampai di Bogor, lalalala yeyeyeye *gaya kucek jemur*. Setelah turun dari bis, kita berjalan menuju Botani Square atau sama anak-anak angkatan aku dipanggil dengan sebutan “Boqer” kalau pembaca tertawa berarti anda pembaca berjenis ngeres. hehe. Tapi kalau sama anak-anak angkatan di bawah aku sih ya sebutan nya agak manusiawi “Botas”. Apa yang kami tuju di Boqer? tentu saja bukan WC tetapi Pizza Hutt. Yuhuuuuuuuu udah lama ga makan enak *ketawa iblis* hahahaha. Ternyata penuh sekali jadi harus menanti, makin seneng donk ya kalo harus nunggu dulu, sekalian buat ajang pamer *lho?!* haha. Well, kebagian meja juga dan Johan langsung memilih. Dia pengen medium, aku large. Terdapat perdebatan sengit sebentar dan akhirnya jadilah dipesan Pizza Deluxe Cheese ukuran Large, Milkshake Chocolate (Johan) dan Favorite Float (me) *jangan mikir gw pinter, karna hafal orderan, tapi karna gw lagi liat bill sekarang :p*. Jengjengjeng… makanan siap lalu kita santap dengan lahap. Seperti biasa, gw hanya mampu menghabiskan 2 potong saja, Johan empat potong, dan sisanya dibawa pulang *selalu begini*.

Perut sudah kenyang, lalu kita keluar tanpa bayar *dusta*. Keluarlah dari Boqer, niatnya cari taksi. Udah ada yang didepan mata, Johan ga mau. Yasudah kita menuju Damri buat cari taksi. Ada sih, tapiiiii…. ga sesuai Argo. Ke Ciomas doank masa nawarinnya 60ribu. Walaupun nanti yang bayar Johan, sebagai pacar dan perempuan, harus cari harga murah! haha *naluri wanita*. Kita kembali ke Boqer, nungguin taksi lagi tapi ga ada yang lewat, akhirnya masuk lagi kedalam Mall itu. Lalu menuju supermarket GIANT, beli soffel anti nyamuk, beli air mineral dan menuju kasir, bayar, keluar Boqer lagi. Dan Yeah! Dapetin taksi. lalalala yeyeyeye. Di dalam taksi hening sekali, Johan menikmati pemandangan Kota Bogor di malam hari mungkin sambil memutar kenangan dan ingatan. Tak terasa sudah sampai di depan rumah, argo taksinya 35ribu. Tuh kan bener, harganya  jauh lebih murah daripada yang tanpa argo. Pelajaran berharga: jangan kemakan sama bujuk rayu abang supir taksi yang ga pasang argo! haha.

Sesampainya di rumah, yang aku tanyakan pada sang kekasih adalah… bawa hadiah ga buat mama? buat ayah? buat Naura *sepupu*? buat aku mana? hahahahhahahaah. Dikeluarkanlah makanan-makanan yang dia bawa, terus aku nunjuk-nunjuk kearah chocolate chips yang tadi dia keluarin di bandara. Lalu marah-marah, tadi kenapa ini dimasukin lagi ke tas? Kamu tahu kan aku laper? *eeeeaaaaaa kasian si Johan dimarahin tanpa henti* hihihihihihi

NB : penggunaan kata *aku* ga bermaksud untuk  sok imut, tapi biar kalian para pembaca ngerasa akrab aja ya sama gue🙂 Happy Reading.