Setelah agak kenyang mengenyam bangku pendidikan di kota kelahiran yaitu Bogor, saya memutuskan merantau untuk menjemput rezeki ke kota Serang. Bukan, bukan kota tetapi  pinggiran Serang lebih tepatnya. Membutuhkan waktu sekitar 45 menit jika menggunakan angkutan umum (angkot merah) dari tempat saya mejemput rezeki menuju tengah kota Serang.

Warjok! Warung Pojok itu surga bagi saya. Jangan membayangkan warjok itu sebagai “warung” ya tetapi ini nama daerah. Kalau di Bogor kan Cimol paling ngehits itu Cimol PP. Nah, kalau disini ada Cimol Delia. Bukan cuma cimol yang tersedia, tetapi kentang juga.

PhotoGrid_1422135902528

Soal rasa? Ga perlu ditanya. Nyesel kalau ga dicoba. Cimolnya memang agak berbeda dengan Cimol PP Bogor. Cimol Delia ini  ukurannya lebih kecil dan tidak terlalu kenyal. Sebetulnya yang paling saya suka disini bukan si cimol tetapi si kentang. Potongan kentang yang agak tebal dan bergerigi itu seksi.

See? Selain rasa, ini alasan kenapa cimol kentang delia ini lebih seksi dibanding tempat lain yaitu Packaging!
Jajanan pinggir jalan yang tidak menggunakan plastik sebagai wadah itu nilai yang sangat plus loh pemirsa. Ya walaupun “bumbu ajaib” nya masih dikemas dengan plastik. Bumbu ajaib itu mecin yang memiliki rasa keju dan sedikit pedas. Memang agak berbeda rasanya dibanding mecin-mecin yang suka dijajakkan oleh mamang gerobak pinggir jalan atau sekolahan. Bumbu ajaib di “Delia Cimol” ini lebih yummy.

PhotoGrid_1422136058698

Hanya dengan 6 ribu rupiah, jajanan pinggir jalan ini terasa mewah!