Tanggal merah yang munculnya tidak strategis karena di hari Kamis bikin hati meringis. Masuk kerja di hari Jumat dan Sabtu sudah libur lagi. Bisa saja itu menjadi alasan untuk mengambil jatah cuti. Namun entah mengapa, meskipun rumah di Bogor dan kerja di Serang, bisa dijalanin dengan senang juga riang. Meskipun banyak orang yang bilang “kerja kok jauh-jauh amat sih Sel? Kayak di Bogor ga ada kerjaan aja!”. Selama ini pun saya sendiri masih bingung, kenapa bisa girang kerja di Serang.

Pagi kemarin (20/02), saya menemukan secercah jawaban. Salah satu alasan kenapa saya girang kerja di Serang yaitu perjalanan yang cukup panjang sehingga bisa mereguk banyak petualangan dan berjumpa dengan banyak orang. Pernah suatu ketika, saya nekat melompati tembok jalan tol dekat stasiun cawang. Momen dimana saya tidak peduli banyak kendaraan melaju sangat kencang, yang saya targetkan harus menyebrang dan melompati tembok supaya tidak ketinggalan bis jemputan. Mendapatkan hadiah tepuk tangan dari teman-teman jemputan atas aksi laga yang lumayan gila.

Tuhan memang MAHA BAIK. Kemarin pagi saya tak perlu berlari mengejar bis jemputan untuk menyuguhkan tontonan aksi laga bagi teman-teman. Tetapi saya diberi hadiah bisa berjumpa dengan seorang Bapak yang nyentrik dan menginspirasi ibukota. Tepatnya di halte Carrefour MT. Haryono ketika saya sedang menanti bis jemputan sambil mendengarkan lantunan musik yang bikin hati menggelitik, saya tiba-tiba dibuat terperangah dengan kedatangan si merah. What the…. keren paraaaaahhhh!

image

image image image Si merah langsung dikerumunin orang-orang. Saya mendengar banyak pertanyaan dilontarkan untuk pengemudi si merah. Namun entah, mungkin karena terlalu terperangah jadi saya tidak mendengar apa-apa. Cuma sempat mengambil beberapa foto sebelum akhirnya si merah pergi meninggalkan kami yang sebetulnya masih meyimpan segudang pertanyaan. Buat apa memodifikasi motor sebegitunya? Kok bisa kepikiran bikin beginian? Berapa budget yang diperlukan? Bisa dipake buat ngiklan? Sudahlah, lupakan saja semua pertanyaan karena si merah pun sudah jalan. Manfaat yang dirasakan langsung oleh kami para penonton si merah, sangat terhibur dengan suguhan audio dan visual yang waaaaaahhhh! Pelajaran yang saya ambil dari si merah:

buat apa menjadi biasa, jika kita bisa melakukan banyak hal yang luar biasa!

totalitas tanpa batas, pasti puas!