Ngopi di Ranin? Ngapain? Ah! Orang-orang yang suka ngopi tuh cuma untuk tuntutan lifestyle aja atau supaya bisa pamer di media sosial. Pikiran kotor dan dangkal itu selalu muncul sampai pada akhirnya malu sendiri karena harus mengakui, OMG! I fall in love with this black drink, haha.

rumah kopi ranin
Rumah Kopi Ranin di Jl. Achmad Sobana 22A Bantarjati

Berawal dari penasaran kenapa para bapak blogger HelloBogor sering banget ngomongin kopi di grup ataupun ketika kopdar, bukan kopi yang brand-nya terkenal pula, tapi kopi hitam. Hih! Itu sesuatu yang “bapak-bapak” banget haha. But it’s okay, I must know more about coffee this year. Pada Sabtu, 9 Januari 2016 saya datang untuk pertama kali ke Rumah Kopi Ranin karena harus menemui Kang Yudhie, the one who gave me big opportunity to learn “support local, dream global” in 2015, dengan mengajak saya dan rekan-rekan blogger Bogor lainnya menjadi kontributor di HelloBogor untuk melihat potensi wisata lokal. Saya menemui Kang Yudhie kali ini untuk menandatangani kontrak nulis edisi tahun 2016 di HelloBogor. Wohoooo!!!

kang lomo is brewing
Cupping di Rumah Kopi Ranin

Rumah Kopi Ranin ini terletak di Jl. Achmad Sobana 22A Bantarjati dan akan pindah pada tanggal 16 Maret 2016 nanti ke Jl. Kresna Raya 46, Perumnas Bantarjati. Banyak yang bertanya-tanya, naon sih Ranin? Ranin ini artinya rakyat tani Indonesia. Ok, dilihat dari segi nama, It’s so meaningful! Belum lagi tagline-nya “Setiap seduhan, merayakan persahabatan. Ah! Masa iya? Ok, we’ll see. Di lantai 2, sudah ada Kang Yudhie dan Kang Haris yang sudah datang lebih dahulu setelah berjumpa dengan pihak hotel Savero. Saya turun ke lantai bawah untuk memesan minuman, ternyata Kang Banyu sudah datang. Tak lama kemudian Kang Iwan lah yang datang, Bapak yang paling sering sharing tentang kopi dimanapun ia berada haha. Pesanan pertama saya jatuh pada cappuccino (pilihan yang cukup bijak untuk pertama kali datang kesini, saya pikir). “Cupping mau dimulai, panggil Kang Yudhie sama Kang Haris nya Sel” begitu ucap Kang Iwan. Saya berjalan ke lantai-2 untuk memanggil mereka sambil berpikir “Apa pula cupping itu?”

cupping
Keseruan Cupping di Rumah Kopi Ranin

Turunlah kami ke lantai bawah, sambil duduk melihat kesibukan barista mengangkat meja, menyiapkan cangkir dan sendok serta peralatan lainnya. What is cupping? Salah seorang Bapak berdiri lalu memanggil para pengunjung untuk bergabung dalam cupping. Ternyata beliau adalah Bapak Uji, salah satu pemilik Ranin ini. Pak Uji menerangkan bahwa cupping itu uji citarasa. Setiap orang punya ingatan dan pengalaman yang berbeda-beda mengenai rasa. Nah, pada cupping ini kita bisa melatih indra perasa, bisa mengetahui tingkat kemanisan, keasaman dan rasa lainnya. Ternyata rasa kopi bukan cuma “pahit”. Interesting! Bikin mikir. Bahkan bukan cuma indra perasa, indra pencium kita juga bisa terlatih pada cupping ini. Seru lah! Agenda Ranin setiap Sabtu pukul 13.00 adalah cupping ini.

Pertama kali icip kopi ala bapak-bapak HelloBogor, pahit sampe ubun-ubun, pusing, nyesek. Situasinya ga jauh beda kayak pertama kali masuk kolam renang karena dijorongin dan langsung tenggelem. Aaaakkkk! Gila apa enaknya. Tapi Kang Iwan selalu bilang, “Mika suka ini kok, Sel!”. What? Mika kan masih kecil, kok bisa doyan? Makin penasaranlah. Mengupayakan tiap hari Sabtu siang datang ke Ranin untuk cupping.

Pada akhirnya, tersadarlah ini yang bikin jatuh cinta sama kopi! The process, manual brewing. Ini yang bikin Ranin beda dari tempat yang lain yang kita tinggal duduk santai lalu kopi datang. Tapi di Ranin, I could see everything, dari awal hingga akhir. Semakin sering kesini jadi tahu, Indonesia itu surganya kopi. That’s why Pak Uji dan Pak Tejo menamai ini Ranin, rakyat tani Indonesia. Seharusnya para petani kopi di Indonesia bisa sejahtera, wong komoditas kopi terbesar dari Indonesia kok. Namun, hal seperti ini sering terjadi di negeri ini. Kopi diincar oleh para bule tapi belum bisa menjadi raja di negeri sendiri. Ngintip page Ranin di facebook banyak para bule yang mengagumi kopi-kopi Indonesia. Sayangnya, malah orang Indonesia sendiri kurang mau mengenal kopi secara lebih mendalam. Mungkin orang awam memiliki pikiran yang sama seperti saya sebelum fall in love with this black drink.

iseng photoshoot
ceritanya photoshoot sama Kang Iwan

Pelajaran mendalam dan paling berharga yang bisa saya petik dari bulan Januari hingga Maret hasil saya datang ke Ranin adalah semua orang bisa banget dengan mudah untuk judging bahkan blamming, tapi ga semua orang mau bahkan mampu untuk  listening, learning apalagi understanding. Rugi banget! Rugi serugi-ruginya rugi punya pikiran kotor atau dangkal pada hal-hal yang belum kita kenal atau yang belum kita dalami. Dan pelajaran terpenting adalah tentang “proses”. I fall in love with coffee because of the process to make it, very beauty! Semua orang punya ambisi, impian, cita-cita, goals atau apalah itu namanya. Tapi yang bisa berhasil mencapainya hanya yang enjoy dalam menjalani prosesnya. Allah memberikan “foot” kepada manusia, bukan“root”. Itu artinya kita tidak boleh stuck, harus terus bergerak!

cold brew with ice
Cold Brew Rumah Kopi Ranin

Januari lalu pertama kali icip kopi hitam tanpa gula rasanya kayak lagi tenggelam, ga bisa nafas. Februari akhir udah mulai fall in love sama cold brew. I call it “progress”! Haha. Be happy with process to create progress. Salam RANIN!