“Sel, masih butuh bahan buat ngisi ke blog ga?”  Begitu tanya Ka Faris via BBM (06/03/2016). Kakak kelas pada masa SMP ini bercerita kalau dia baru saja mengunjungi kebun buah naga yang serunya adalah dekat sekali dengan rumah. Wah! Keterlaluan nih kalau saya ga kesana. Masa potensi lokal yang ada di depan mata ga di-explore? ga di-expose? Aha! Hari Rabu kan tanggal merah. Okay,  Selasa malam bisa pulang ke Bogor. Jarang-jarang bisa ninggalin Serang di kala weekdays buat main ke kebun. Ya, let’s learn to grow!

KEBUN BUAH NAGA
Kebun Buah Naga Sabisa Farm IPB

Rabu pagi (09/03/2016) orang-orang pada heboh soal GMT , gerhana matahari total. Disaat mereka sedang enjoy menikmati fenomena alam, saya malah sibuk guyar-guyur di kamar mandi. Kelar mandi, liat media sosial langsung nyesek dan nyesel kenapa mandinya ga entar-entar aja huhu. But, it’s okay. I did something good, mandi di pagi hari di tanggal merah. Maybe, Allah wants me to prepare. Ya, to prepare. Learn about preparing. I spent much time to watch what people do in social media, dan ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 10.30. Ulala! It’s time to go, ya to go, alone. Be a single fighter again and again haha.

Santailah pergi sendiri juga, deket ini kan. Kata Ka Faris sih gitu, deket. Tepat di belakang perumahan Villa Ciomas Indah. Ngelirik kiri kanan, kagak ada itu yang namanya kebun buah naga. Sepertinya nyasar nih, okay putar balik. Untung warga wilayah sini baik dan ramah. Pertama tanya Ibu warung, “balik lagi kesana neng, nanti ada gang, masuk aja ya.” Setelah mengikuti petunjuk si Ibu, masih ngerasa tersesat. Ada seorang Bapak yang sedang mengaduk semen menunjukkan jalan “neng, itu ada tambal ban nah nanti ada gang, masuk aja kesana ya. Ikutin jalan, nanti juga ketemu kebun buah naga nya”. Ngeng ngeng ngeng ngeng…… Aha! Itu dia. Finally, ketemu juga kebun buah naganya. Wohooo! Sabisa Farm, eh ada logo IPB nya pula. Sebagai alumni, jadi ngerasa”Omg, I feel like at home. Haha”.

Sabisa Farm ini tepatnya terletak di Jl. Sindang Barang, Gedong Seng RT/RW 03/05, Kel. Loji, Kec. Bogor Barat, Bogor 16117. Bagi kalian warga Gunung Batu, tau Yonif kan? Nah samping Yonif ada jalan, ikutin aja terus sampai berjumpa dengan Sabisa Farm ini. Bagi kalian warga Ciomas, hmm… mending lewat Gunung Batu aja ya, daripada agak nyasar-nyasar kayak saya haha. Sesampainya disana, saya menyapa teman-teman (yakin banget mereka mahasiswa IPB, yakin!) lalu memperkenalkan diri. Mas Wahyu (angkatan 47), memberikan penjelasan singkat mengenai Sabisa Farm ini. What is Sabisa? Sabisa merupakan singkatan dari sarana belajar petani sarjana. Kebun buah naga ini diperjuangkan kehadirannya sejak tahun 2014. Mas Wahyu merupakan salah satu pengurus yang terjun langsung membangun Sabisa Farm. Siapa yang mengurus dan mengelola Sabisa Farm? Tentunya mahasiswa IPB dari berbagai jurusan dan sang mentor sangat expert mengenai buah naga, Pak Gun Soetopo . Setiap tahun diadakan open recruitment dan pelatihan bagi para mahasiswa IPB yang berminat dan siap mengemban tugas menjadi pengurus Sabisa Farm ini.

Saya diperkenalkan kepada Dwi, mahasiswa agribisnis angkatan 49 yang saat ini sedang menyusun skripsi dan Dwi ini salah satu anggota Ambassador of Indonesian Cultural and Tourism Regional Bogor. Sebelum saya diajak Dwi berkeliling Sabisa Farm ini, Mas Wahyu meminta saya untuk menggunakan sepatu boot karena khawatir akan terjerembab. But It’s okay, karena ini main ke Kebun, saya sudah prepare menggunakan sepatu gunung hehe. Lalu saya dipinjamkan sebuah topi yang berbordir “Sabisa Farm” agar tidak kepanasan. Tempat pertama yang bikin saya penasaran itu green house, saat menuju kesana ada sebuah tenda yang sedang didirikan. “Ka, nanti tanggal 11 datang aja kesini. Rame deh pasti! Acara peresmian green house nya kak” ajak Dwi. Woalah belum diresmikan tapi Alhamdulillah sudah dijinkan masuk duluan. Must count it as blessing!

Dwi menjelaskan tentang green house ini, tentang pohon-pohon buah naga yang berusia 10 hari, dan banyak hal lainnya. Suhu green house ini 36 derajat, sehingga tak bisa berlama-lama, gerah. Lalu Dwi mengajak saya mengelilingi kebun buah naga merah dan putih. Pada saat Dwi menjelaskan, ada pesan yang menohok hati dan bikin merenung “Setiap duri berpotensi menjadi bunga”. Woah! Banyak yang takut sama duri karena takut terluka. Padahal dari durilah, bunga akan bertumbuh menjadi buah. Okay, I got it! Allah wanted me to learn about it. Duri ibarat impian, banyak yang ga mau ngejar impian karena takut ga kesampaian, padahal pada saat proses pengejaran impian itulah pribadi ini bertumbuh sehingga pantas mendapatkan pencapaian. Terkadang merasa sudah berjuang tapi impian tak tercapai juga? Bisa saja, it will lead you to new dream.  Bersyukur banget hari ini bica icip buah naga fresh from farm. Thanks for fresh inspiration ya Sabisa Farm. Wohooo!

Support Local, Dream Global!

SABISA FARM IPB

Facebook : Sabisa Farm IPB

Email : sabisafarm.ipb@gmail.com

Phone: 087711362660