Senin lalu tepatnya tanggal 21 Maret 2016, sengaja ambil cuti dari pabrik untuk melihat hal yang menarik agar hidup semakin asyik dan bisa kembali dengan penuh enerjik haha *sungkem sama Om Bos yang super duper baik*. Benar saja, I got a very very very sweet inspiration from chocolate man, Pak Axel Sutantio, Direktur Chocomory. The best part when he said “Milikilah DAYA TEMBUS!”, serius ini bikin mata berbinar dan semangat berkobar.

cimory riverside copy

Pak Axel Sutantio adalah generasi kedua penerus PT Cisarua Mountaine Dairy (Cimory), produk susu segar dan yogurt yang saat ini paling dicari, digandrungi dan digemari masyarakat Indonesia. Latar belakang akademis Pak Axel yang mengambil fokus pada Food Science and Technology di Curtin University Australia ini dapat menuntun Cimory untuk berinovasi dengan cokelat sehingga lahirlah Chocomory, dibawah bendera PT Chocomory Cokelat Persada. Memasuki tahun ketiga, Chocomory sudah melahirkan 40 varian camilan cokelat.

fresh chocogurt

Suatu kebanggaan dan kehormatan bisa menyaksikan Pak Axel memperkenalkan hasil karya dari eksperimen yang berbasis riset dan pembuatannya menggunakan teknologi pengolahan pangan modern. Beliau bilang, “Jika mau pintar, harus buka diri lebar-lebar”. Ya seperti buka pikiran dan pergaulan. Selama tiga bulan, beliau pergi ke berbagai negara untuk mencari ide dan melakukan riset dengan tekun.  Terbesit sebuah pemikiran, Cimory sebagai penghasil yogurt dan Chocomory sebagai penghasil cokelat, maka muncul lah ide untuk mengawinkan kedua ini. Sehingga jadilah varian terbaru dari Chocomory yaitu cokelat+yogurt=chocogurt, rumus yang  manis ya.

holding chocogurt outlet chocomory

Chocogurt, hasil perkawinan cokelat dan yogurt ini sekarang sudah beredar di outlet Chocomory yang berlokasi di Cimory Riverside, Cimory Mountain View, dan The Valley (Semarang). Soal harga? Sangat terjangkau, hanya dengan 10ribu rupiah saja sudah bisa mendapatkan hasil kawin dari cokelat dan yogurt seberat 35gram. Uwowwwww! Kalo soal rasa? Bisa dibayangkan perpaduan  cokelat putih, yogurt, sereal beras dan buah stroberi kering, hmmmm… manis dan agak asam menjadi satu sehingga menghasilkan kesegaran yang menentramkan. Sesuai banget sama tagline, Chocogurt: forget the hurt. Segala jenis luka, sembuh pada gigitan pertama.

selvi dan axel chocomory dan axel

Indonesia merupakan penghasil cocoa terbesar ketiga di dunia. Semoga Chocomory bisa menjadi brand local yang bisa digemari masyarakat global. Terimakasih Pak Axel yang telah menunjukkan bahwa tak ada upaya dan usaha yang sia-sia. Hati sungguh bergetar saat Pak Axel mengajarkan mengenai daya tembus. Mindset dan mental kita harus dilatih agar bisa menembus apa yang dipikir gak akan pernah bisa. And, I’m pretty sure kalo si chocogurt merupakan hasil perjuangan dari daya tembus Pak Axel, sangat berasa. Coba deh sekarang juga!

sabisa enjoy choco

Sepulang dari Cimory Riverside, saya menyempatkan diri untuk mengunjungi kebun buah naga, Sabisa Farm. Dikarenakan ada titipan dari papih bos dan rekan kerja yang ingin merasakan buah naga yang tentu saja fresh from the farm. Sesampai disana jam 9 malam, cukup terperangah pada adik-adik mahasiswa IPB yang rela turun ke kebun memetik langsung buah naga. Terpana saya pada kebaikan mereka, maka saya berikan sebagian cokelat chocomory. Mereka happy sekali dan berceloteh tiada henti “Ka Selvi, enak banget ini cokelatnya Kak!”. Kami tertawa terbahak-bahak karena Desti mendadak bisa melakukan sulap, entah bagaimana caranya dia selalu bisa menemukan potongan cokelat pada bungkusan yang kami kira sudah habis. Terasa hangat sekali hati ini. Dan agak merinding serta mata berkaca-kaca ketika ingat tagline dari chocomory, where happiness comes alive. Omg, Congrats Pak Axel! Memang ya segala sesuatu yang dilakukan penuh daya dan upaya bisa menghasilkan keajaiban yang nyata. Terimakasih ya Pak Axel atas inspirasinya mengenai DAYA TEMBUS! Hasilnya emang bisa nembus kemana-mana. Kereeeennnn!

Support Local, Dream Global!